Pahami penyebab penyakit mematikan diabetes melitus tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 adalah jenis diabetes yang lebih jarang terjadi dibandingkan jenis diabetes tipe 2. Penderita diabetes tipe 1 adalah pasien yang ketergantungan terhadap insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 awalnya tidak. Selain kedua tipe diabetes yang paling populer tersebut, ada juga tipe diabetes yang hanya terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini disebut diabetes gestasional atau diabetes kehamilan. Secara lebih khusus, penyebab diabetes melitus tipe 1 dan 2 ini berbeda satu sama lain. Meskipun, pada akhirnya akibat dari sebab tersebut adalah sama-sama berbahaya. Sebab tersebut menjadikan kadar gula tidak stabil dan bepengaruh buruk pada berbagai organ. Diabetes sekunder juga sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan lain. Gangguan atau penyakit ini dapat menyebabkan gangguan lain, sehingga fungsi insulin terganggu dan munculan diabetes. Diabetes melitus tipe 1, bagaimanakah itu? Diabetes melitus tipe 1 biasanya terjadi pada orang-orang yang masih muda. Umumnya, penyakit ini menghinggapi anak-anak hingga remaja. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan untuk bisa menyerang orang dewasa. Penderita diabetes melitus tipe 1 mempunyai ketergantungan pada suntikan insulin. Kebutuhan insulin yang seharusnya diproduksi oleh pankreas, tidak dapat terpenuhi. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada pankreas. Sel-sel pada pankreas mengalami kerusakan sehingga produksi insulin menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. Ketika produksi insulin tidak ada, maka kebutuhan insulin harus tetap dipenuhi dengan suntikan insulin. Presentasi penderita diabetes tipe 1 Penderita diabetes melitus tipe 1 adalah minoritas dibandingkan penderita diabetes melitus tipe 2. Jumlah keseluruhannya diperkirakan sekitar 5% – 10% dari keseluruhan kasus diabetes. Indonesia sendiri diperkirakan mempunyai 2% – 3% penderita diabetes tipe 1 dari keseluruhan kasus diabetes di Indonesia. Ada segolongan orang yang mungkin tidak terdeteksi mengidap penyakit diabetes. Akibatnya, dia tidak tertolong dan meninggal. Gajala yang muncul mendadak pada penderita diabetes tipe 1 sangat berbahaya. Jika hal ini dibiarkan tanpa pertolongan, kondisinya bisa sangat parah hingga koma. Bahkan, mungkin keadaan ini bisa menjadikan orang itu meninggal. Disebabkan oleh apa sih diabetes tipe 1 itu? Seperti dikatakan di atas, penyebab penyakit diabetes melitus tipe 1 berbeda dengan diabetes melitus tipe 2. Jika diabetes tipe 1 berfokus pada pabrik insulin (pankreas). Diabetes tipe 2 berfokus pada produk dari pankreas itu (insulin). Seperti dikatakan di atas, pada penderita diabetes tipe 1, insulin tidak dapat diproduksi. Hal ini karena adanya kerusakan pada pankreas. Kerusakan pankreas ini tentu ada sebabnya juga. Beberapa penyebab kerusakan pankreas yang sering terjadi adalah karena adanya serangan virus, faktor keturunan atau mengalami malnutrisi. Bagaimana kehidupan penderita diabetes tipe 1? Setiap penderita diabetes harus dapat mengontrol kadar gula di dalam darahnya. Pada penderita diabetes melitus tipe 1, pengontrolan dilakukan dengan suntikan insulin ataupun menggunakan obat diabetes melitus tipe 1 disertai pemeriksaan gula darah rutin dan gaya hidup sehat. Suntikan insulin akan diberikan sesuai jadwal yang telah...

Read More

Tips Mengontrol Penyakit Diabetes Melitus Bagi Anda yang Sering Bepergian

Sering bepergian tidak membuat anda menjadi sulit mengontrol penyakit diabetes melitus. Anda yang menderita penyakit diabetes dan harus sering bepergian karena tuntutan pekerjaan tidak perlu cemas. Karena penyakit yang anda derita masih bisa dikontrol selama anda melakukan perjalanan tersebut. Namun memang mungkin anda perlu sedikit mempersiapkan beberapa hal penting sebelum anda bepergian. Hal tersebut disebabkan perjalanan memang memiliki efek negatif terutama bagi penyakit diabetes melitus. Karena selama bepergian, akan ada beberapa hal yang berubah. Beberapa perubahan tersebut adalah seperti pola makan, banyaknya waktu istirahat, waktu untuk melakukan olahraga, dan juga masih banyak hal lainnya. Lalu bagaimana cara mengontrol penyakit diabetes melitus jika memang anda harus sering bepergian? Pelajari selengkapnya di sini. Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Oleh Penderita DM Selama Bepergian Sebelum anda mempelajari mengenai bagaimana cara mengontrol penyakit diabetes melitus selama bepergian, sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu beberapa hal penting berikut ini. Pastikan untuk membawa obat-obatan dan juga suntikan insulin bagi anda yang membutuhkannya. Bawa obat-obatan dan suntikan insulin melebihi berapa lama anda bepergian. Hal tersebut sangat penting karena ada kemungkinan anda tidak bisa kembali ke rumah tepat waktu. Jika hal tersebut terjadi, anda tidak perlu cemas karena obat-obatan dan suntikan insulin yang anda bawa memang melebihi waktu bepergian yang anda perkirakan. Selain obat-obatan dan juga suntikan insulin, bawalah alat untuk mengecek berapa kadar gula darah anda. Karena alat tersebut sangat berguna ketika anda bepergian. Selama anda bepergian, sebaiknya semakin sering mengecek kadar glukosa darah. Cara Mengontrol Penyakit Diabetes Melitus Selama Bepergian Untuk penderita diabetes melitus yang memang sering bepergian, maka sebaiknya anda mengontrol penyakit diabetes yang anda derita dengan menggunakan beberapa cara berikut ini: Jangan sampai terlambat untuk meminum obat-obatan dan juga menyuntikkan insulin bagi anda penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin buatan. Jika anda bepergian ke wilayah yang berbeda zona waktu, sesuaikan perbedaan waktu dengan jadwal minum obat dan juga menyuntikkan insulin. Untuk anda yang menginap di hotel yang memiliki fasilitas tempat olahraga, maka luangkan waktu sejenak untuk melakukan olahraga ringan. Namun jika memang tidak ada fasilitas ruang olahraga, anda bisa berjalan-jalan di sekitar lokasi hotel. Perhatikan kesehatan kaki anda selama bepergian. Jika anda lebih sering mengenakan sepatu, maka pastikan untuk mengenakan sepatu yang ukurannya sesuai dengan ukuran kaki anda. Jangan lupa untuk mencuci kaki dan mengeringkannya setiap malam. Bawalah bekal roti gandum untuk berjaga-jaga ketika anda mengalami gejala penurunan kadar glukosa di dalam darah. Jika anda mulai merasakan gejala diabetes melitus yang cukup parah, maka segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Lakukan semua hal tersebut jika anda ingin penyakit diabetes melitus yang anda derita tetap terkontrol selama anda...

Read More

Mengenal Penyakit Stroke Sebagai Akibat Gula Darah Tinggi dan Pencegahannya

Sebagai seorang penderita penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda harus mengenal lebih detail mengenai penyakit stroke sebagai akibat gula darah tinggi dan pencegahannya. Karena memang seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus sangat beresiko menderita penyakit stroke. Hal tersebut bukan hanya sebuah rumor saja. Sudah ada cukup banyak penderita penyakit DM yang menderita penyakit stroke saat ini. Bayangkan betapa menderitanya seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus sekaligus dengan penyakit stroke tersebut. Selain itu, anda juga perlu mengetahui bahwa seseorang yang sudah menderita penyakit diabetes melitus sekaligus penyakit stroke tersebut memiliki harapan yang sangat kecil untuk pulih kembali. Jika anda tidak ingin mengalami penderitaan seperti itu, maka sebaiknya mulailah mempelajari lebih detail mengenai penyakit stroke sebagai akibat gula darah tinggi dan pencegahannya di sini. Alasan Mengapa Penyakit Diabetes Melitus Dapat Memicu Penyakit Stroke Tampaknya memang penyakit diabetes melitus tidak memiliki hubungan apapun dengan penyakit stroke. Memang benar jika dilihat sekilas tidak ada korelasi apapun antara dua penyakit tersebut. Namun jika dilihat lebih detail, memang ada kaitan antara 2 macam penyakit tersebut. Penyakit diabetes adalah penyakit yang dapat menyebabkan masalah pada pembuluh darah. Penderita penyakit DM yang tidak bisa menjaga kadar gula darah bisa saja mengalami kerusakan pembuluh darah. Hal tersebut terjadi karena dinding pembuluh darah akan semakin menipis dengan semakin meningkatnya kadar gula di dalam darah. Ketika dinding pembuluh darah semakin menipis, maka resiko pembuluh darah pecah semakin tinggi. Padahal, pembuluh darah pecah pada bagian otak dapat menyebabkan penyakit stroke. Itulah mengapa penderita penyakit diabetes melitus sering sekali disarankan untuk menjaga kadar gula darah. Karena ketika kadar gula darah di dalam tubuh tidak terkontrol, maka akan muncul berbagai macam penyakit berbahaya seperti penyakit stroke ini. Penelitian juga menemukan bahwa setiap penderita penyakit DM yang memiliki kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl memiliki potensi untuk menderita penyakit stroke 25% lebih besar dari penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah itu. Lalu apa yang harus anda lakukan jika anda tidak ingin menderita penyakit stroke tersebut? Untuk anda yang sudah menderita penyakit DM dan tidak ingin menderita penyakit stroke, sebaiknya anda membaca lebih lanjut mengenai penjelasan stroke sebagai akibat gula darah tinggi dan pencegahannya di sini. Penyakit Stroke, Salah Satu Akibat Gula Darah Tinggi dan Pencegahannya Penderita penyakit diabetes melitus masih dapat mencegah munculnya penyakit stroke. Untuk mencegah munculnya penyakit stroke tersebut, sebaiknya anda mulai mengurangi beberapa faktor berikut ini: Cegah atau segera atasi penyakit tekanan darah tinggi jika saat ini anda sudah menderita penyakit tersebut. Kurangi kadar kolesterol LDL di dalam tubuh. Kurangi berat badan dan jaga berat badan mendekati batas berat badan normal anda. Rutin melakukan olahraga dan hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok. Semoga dengan mengetahui semua informasi mengenai penyakit stroke sebagai akibat gula darah tinggi dan pencegahannya tersebut, anda...

Read More

Benarkah Efek dari Diabetes Dapat Menimbulkan Masalah Seksual Pada Diabetesi Wanita

Selama ini memang banyak orang menganggap bahwa diabetesi pria adalah yang paling banyak berisiko mengalami berbagai macam efek dari diabetes. Namun ternyata, diabetesi wanita juga tidak kalah beresiko mengalami berbagai macam hal yang disebabkan oleh penyakit DM tersebut. Salah satu masalah yang ternyata juga bisa diderita oleh diabetesi wanita adalah masalah seksual akibat penyakit diabetes melitus. Masalah seksual yang dapat diderita oleh diabetesi wanita sebagai efek dari diabetes yang tidak terkontrol tersebut sama berbahayanya dengan yang bisa dialami oleh diabetesi pria. Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut, masalah seksual yang timbul akibat penyakit diabetes melitus tersebut bisa menyebabkan seorang diabetesi wanita kesulitan memiliki keturunan. Apakah anda merasa was-was dengan fakta tersebut? Jika anda tidak ingin sampai mengalami masalah tersebut, sebaiknya anda mulai mengurangi beberapa macam faktor pemicunya. Pelajari apa saja beberapa faktor pemicu masalah seksual pada diabetesi wanita tersebut di sini. Faktor-Faktor yang Memicu Masalah Seksual Sebagai Efek dari Diabetes Melitus Pada Diabetesi Wanita Untuk dapat mencegah munculnya masalah seksual sebagai efek dari diabetes melitus pada diabetesi wanita tersebut, anda perlu mengurangi beberapa macam faktor pemicu seperti: Obesitas atau kelebihan berat badan. Memiliki berat badan berlebih merupakan hal yang sangat tidak dianjurkan bagi penderita penyakit DM. Karena hal tersebut menyebabkan berbagai macam masalah seperti meningkatnya kadar gula darah, meningkatnya kadar lemak di dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Resistensi insulin. Resistensi insulin ini bisa saja muncul karena berbagai macam hal. Salah satu hal yang memicu munculnya masalah resistensi insulin ini adalah kelebihan berat badan. Intoleransi glukosa di dalam tubuh. Intoleransi glukosa di dalam tubuh besar pengaruhnya pada kemunculan masalah seksual. Masalah ini bisa muncul dikarenakan masalah obesitas. Infeksi jamur Infeksi jamur juga dikatakan sebagai salah satu faktor penyebab masalah seksual pada diabetesi wanita. Karena infeksi jamur yang muncul pada organ seksual seorang diabetesi wanita akan menyebabkan rasa sakit setiap kali diabetesi wanita berhubungan dengan pasangannya. Gejala-Gejala Munculnya Masalah Seksual Pada Diabetesi Wanita Beruntunglah anda diabetesi wanita. Karena ketika masalah seksual mulai muncul, biasanya anda akan merasakan beberapa gejala. Gejala-gejala tersebut sangat bermanfaat karena bisa berfungsi sebagai alarm untuk anda. Inilah beberapa macam gejala yang biasanya muncul ketika seorang diabetesi wanita mulai mengalami masalah seksual sebagai efek dari diabetes melitus yang tidak diatasi dengan tepat: Tidak mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari dalam ovarium. Tidak mengalami haid atau menstruasi selama beberapa bulan. Mulai tumbuh rambut di beberapa bagian tubuh seperti pria. Kesulitan memiliki keturunan. Waspadalah jika anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut. karena mungkin saja anda mulai mengalami masalah seksual sebagai efek dari diabetes...

Read More

Dampak Penyakit Diabetes Bisa Menimbulkan Gangguan Pada Organ Mata

Dampak penyakit diabetes melitus ternyata bisa menyerang organ mata. Seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus lebih dari 15 tahun sangat rawan mengalami berbagai macam gangguan mata. Bila tidak diatasi dengan obat alami diabetes melitus, gangguan mata tersebut dapat menyebabkan kebutaan. Hal ini memang membuat banyak penderita penyakit diabetes melitus harus kembali meningkatkan kewaspadaan. Karena memang penyakit diabetes melitus tidak henti-hentinya memberikan tekanan bagi penderitanya. Untuk anda yang saat ini sudah terlanjur menderita penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda juga mulai waspada dengan berbagai macam gangguan organ mata sebagai dampak penyakit diabetes melitus tersebut. Mengenal Bahaya 3 Jenis Gangguan Mata Sebagai Dampak Penyakit Diabetes Melitus Untuk dapat meningkatkan kewaspadaan, tentunya anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai apa saja gangguan mata yang beresiko dialami oleh penderita penyakit diabetes melitus. Penderita penyakit diabetes melitus sangat rawan mengalami setidaknya 3 macam jenis gangguan organ mata berikut ini: Retinopati Retinopati adalah salah satu gangguan mata yang sering dialami oleh penderita penyakit DM tipe 1 maupun tipe 2. Mayoritas penderita DM yang mengalami retinopati sudah menderita penyakit diabetes melitus cukup lama yaitu kurang lebih sekitar 20 tahunan. Retinopati memang tidak menunjukkan gejala apapun di awal kemunculannya. Namun seiring berjalannya waktu, maka seseorang yang mengalami gangguan mata ini akan mulai merasakan pandangan kabur atau terkadang menjadi abu-abu, bola mata juga mulai sering terasa nyeri, selain itu juga pandangan tampak seperti ada jaring laba-laba. Katarak Katarak memang bisa diderita oleh siapa saja. Namun bagi penderita diabetes melitus, resiko untuk menderita gangguan mata ini jauh lebih tinggi terutama jika sudah lansia. Namun untunglah, gangguan mata jenis ini bisa diatasi dengan pemasangan lensa di bola mata. Glaukoma Gangguan mata sebagai dampak penyakit diabetes melitus yang paling berbahaya adalah Glaukoma. Karena gangguan mata ini tidak hanya menyebabkan sakit kepala yang luar biasa, namun juga dapat menyebabkan kebutaan permanen. Glaukoma ini disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga merusak saraf mata. Seseorang yang sudah terlanjur mengalami Glaukoma kronis biasanya akan sering merasa sakit kepala dan muntah-muntah. Mencegah Munculnya Gangguan Mata Pada Penderita Penyakit Diabetes Melitus Memang seorang penderita penyakit diabetes melitus sangat beresiko mengalami gangguan pada organ mata. Namun demikian, masih ada cara untuk mencegahnya. Bagi anda penderita penyakit diabetes melitus yang tidak ingin mengalami gangguan organ mata sebagai dampak penyakit diabetes melitus, maka mulailah melakukan beberapa hal ini: Jagalah kadar gula darah anda Jangan biarkan kadar gula darah anda meningkat secara drastis. Karena peningkatan kadar gula darah akan menyebabkan gangguan pada organ mata. Rutin melakukan cek kesehatan mata sekali dalam setahun Melakukan cek kesehatan mata di dokter setahun sekali merupakan cara terbaik untuk mencegah dan sekaligus mengatasi bila memang anda mengalami gangguan mata. Karena gangguan mata sebagai dampak penyakit diabetes melitus harus segera diatasi jika tidak ingin menyebabkan kebutaan...

Read More

Pengertian Hipoglikemia dan Penyebab Kemunculannya

Sudahkah anda mengetahui obat diabetes melitus tipe 2 dan pengertian hipoglikemia? Jika anda adalah penderita penyakit diabetes melitus, anda wajib mengetahui apa itu hipoglikemia. Karena hipoglikemia merupakan satu macam gejala yang menandakan ada yang tidak beres dengan kadar glukosa di dalam darah anda. Seseorang yang mengalami hipoglikemia berarti kadar glukosa di dalam darahnya sangat rendah. Beberapa penderita penyakit diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia ini bisa mengalami penurunan kadar glukosa sampai 60 mg/dl. Hipoglikemia bukanlah masalah ringan. Beberapa penderita penyakit diabetes melitus yang terlambat mengatasi masalah ini bisa mengalami berbagai macam masalah lain yang lebih fatal. Selain itu, penderita DM juga bisa kehilangan nyawa karena hipoglikemia ini. Oleh sebab itu, jika saat ini anda belum mengetahui pengertian hipoglikemia, maka anda perlu mempelajarinya. Anda bisa mempelajari mengenai hipoglikemia lebih lanjut di sini. Pengertian Hipoglikemia dan Apa Saja Penyebabnya Hipoglikemia bisa muncul karena berbagai macam sebab. Berikut merupakan beberapa macam penyebab seorang penderita DM mengalami hipoglikemia: Tidak teratur dalam mendapatkan suntikan insulin dan juga waktu makan. Untuk penderita penyakit diabetes melitus tipe 1, hendaknya anda harus sangat teratur mendapatkan suntikan insulin. Selain itu, andapun harus mengatur waktu makan dengan teratur. Jangan sampai anda sudah menyuntikkan insulin namun terlambat makan. Karena hal tersebut akan menyebabkan kadar gula di dalam darah anda menurun. Selain waktu makan utama yaitu sarapan, makan siang, dan juga makan malam, anda juga sebaiknya menyiapkan camilan khusus untuk memberikan asupan kalori di dalam tubuh. Salah dalam memilih dan melakukan olahraga. Penyebab lain kemunculan hipoglikemia adalah kesalahan dalam memilih dan juga melakukan olahraga. Penderita penyakit diabetes melitus khususnya penderita DM tipe 1 tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang terlalu menguras tenaga. Karena hal tersebut akan membuat tubuh mengalami kekurangan glukosa. Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum melakukan olahraga, pastikan untuk sarapan terlebih dahulu dan jangan lupa untuk membawa camilan. Untuk lebih tepatnya lagi, sebelum anda melakukan olahraga, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis olahraga yang akan anda lakukan. Gejala Penderita DM yang Mengalami Hipoglikemia Setelah anda mengetahui pengertian hipoglikemia dan juga penyebabnya, ada baiknya anda juga mengetahui seperti apa gejala seorang penderita penyakit DM yang mengalami hipoglikemia tersebut. Gejala seseorang yang mengalami hipoglikemia sendiri digolongkan menjadi 2 macam jenis yaitu: Gangguan pada beberapa fungsi intelektual Sakit kepala Sulit berkonsentrasi Kejang-kejang dan bahkan koma Pandangan kabur Merasa lelah berkepanjangan Gangguan pada fisik Mengeluarkan keringat dingin Denyut nadi menjadi sangat cepat Sering merasa lapar Bagi anda yang sudah mengetahui pengertian hipoglikemia, penyebab dari masalah tersebut, dan juga apa saja gejalanya, sebaiknya anda segera pergi ke dokter jika sampai anda mengalaminya.  Karena hipoglikemia dapat menyebabkan masalah yang serius jika sampai anda terlambat...

Read More