Faktor resiko diabetes – Pahami lebih lanjut penyakit diabetes melitus

Faktor resiko diabetes adalah hal yang seharusnya menjadi fokus setiap orang untuk mencegah terjadinya diabetes. Diabetes merupakan penyakit mematikan yang terkadang muncul tanpa ada gejala apapun. Gejala tidak bisa dijadikan apakah orang tersebut benar-benar memang mengidap penyakit diabetes atau tidak. Banyak kasus diabetes yang terjadi dan membunuh penderitanya. Hal ini karena diabetes tidak diketahui dan tiba-tiba saja ketahuan sudah sangat parah. Jika kondisi sudah sangat parah, maka pengontrolan dilakukan sangat sulit. Banyak hal yang mungkin sulit diatur. Salah satunya adalah munculnya komplikasi. Selain diabetes, penderita yang sudah parah juga bisa mengidap berbagai penyakit mematikan lainnya. Dengan memahami faktor resiko diabetes melitus dengan baik, seseorang bisa membuat perubahan dalam hidupnya. Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkecil terjadinya diabetes itu. Jika seseorang tidak peka terhadap faktor resiko penyakit diabetes melitus, maka kemungkinan terjangkit diabetes sangat tinggi. Hal ini karena ia tidak mengindahkan berbagai hal yang sebenarnya memperburuk kesehatan dan meningkatkan peluang kejadian diabetes. Apa saja faktor resiko diabetes? Pada dasarnya, setiap orang beresiko untuk terkena diabetes. Baik orang itu masih anak-anak atau dewasa. Namun, ada beberapa kelompok orang yang mempunyai resiko lebih tinggi dari orang lain. Kelompok orang-orang tersebut antara lain • Obesitas Obesitas bisa ditempat sebagai faktor resiko diabetes paling teratas. Kebanyakan, penderita diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas. Dapat disimpulkan bahwa obesitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada perkembangan diabetes tipe 2. Presentasi penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas ada pada kisaran 80% – 90%. Kegemukan menjadi faktor diabetes karena lemak menutup reseptor, sehingga insulin tidak dapat mengangkut gula dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Akhirnya, gula menumpuk pada darah. • Ras dan etnis Dunia ini terbagi atas berbagai ras dan etnis bangsa-bangsa. Etnis dan ras ini mempunyai pengaruh yang cukup besar juga pada diabetes. Beberapa ras yang mempunyai resiko terkena diabetes antara lain adalah etnis Asia, Hispanik, Afrika dan penduduk-penduduk yang mendiami pulau di pasifik. Selain itu, bangsa Finlandia 40% penduduknya mengidap diabetes tipe 1, sedangkan Irlandia, Swedia, Norwegia, Denmark dan Skotlandia pengidapnya mencapai 20%. Kita sebagai orang Indonesia tentunya mempunyai faktor resiko diabetes melitus yang cukup tinggi untuk terkena diabetes, karena kita adalah ras asia. Namun, pengaruh ras tersebut tentunya bisa dicegah dengan pola makan dan pola hidup yang sehat. • Faktor usia Usia tertentu mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Dalam hal ini, usia juga berpengaruh terhadap resiko penyakit diabetes melitus. Pada usia tertentu, seseorang lebih beresiko untuk terkena diabetes melitus. Diabetes melitus tipe 1 biasanya diidap oleh orang di bawah 30 tahun, baik itu pria maupun wanita. Tidak jarang, diabetes tipe 1 diidap oleh anak-anak. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan diabetes tipe 1 diidap oleh orang dewasa. Diabetes tipe 2 lebih banyak diidap oleh orang dengan usia lebih dari 40 tahun dan orang lanjut usia. Hal ini...

Read More

Apa yang Meningkatkan Potensi Munculnya Masalah Impotensi Karena Diabetes Melitus?

Impotensi karena diabetes merupakan satu masalah besar bagi penderita penyakit diabetes melitus. Karena seseorang yang mengalami masalah impotensi juga beresiko mengalami masalah psikis akibat kehilangan kepercayaan diri. Memang benar bahwa seorang penderita penyakit diabetes melitus pria sangat beresiko mengalami penurunan hasrat seksual dan juga mengalami disfungsi ereksi atau impotensi. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kadar glukosa di dalam darah sering sekali meningkat melebihi batas normal. Fakta ini tentunya cukup membuat banyak penderita penyakit diabetes melitus pria mulai ketakutan. Namun jangan cemas, sebenarnya masalah impotensi ini masih bisa dicegah dengan cara cepat mengobati penyakit gula. Bila anda sudah terlanjur mengalaminya, andapun tidak perlu cemas. Ada beberapa cara untuk mengatasi impotensi karena diabetes melitus tersebut. Jika anda ingin mengetahui bagaimana cara mencegah dan juga mengatasi masalah impotensi karena diabetes melitus tersebut, maka anda bisa membacanya lebih lanjut di artikel ini. Faktor Penyebab Munculnya Impotensi Karena Diabetes Untuk mencegah munculnya masalah impotensi karena diabetes tersebut, tentunya anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa faktor yang dapat memicu masalah impotensi tersebut. Melihat dari hasil penelitian, ternyata penderita penyakit diabetes melitus yang mengalami impotensi memiliki beberapa faktor pemicu seperti: Tersumbatnya pembuluh darah yang menuju alat kelamin. Ereksi terjadi karena darah dipompa menuju ke alat kelamin. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami impotensi biasanya mengalami masalah pada pembuluh darahnya. Kita sudah mengetahui bahwa penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang dapat merusak dan juga menimbulkan terjadinya penyumbatan di pembuluh darah. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang penderita penyakit DM akhirnya juga bisa menderita impotensi. Karena faktor pemicu munculnya impotensi tersebut adalah karena pembuluh darah tersumbat oleh lemak yang ada di dalam tubuh. Lemak mulai menumpuk di pembuluh darah setelah dinding pembuluh darah mengalami kerusakan akibat tingginya glukosa di dalam darah. Kondisi tubuh sering tidak prima. Faktor lain yang dapat memicu seorang penderita penyakit DM mengalami penurunan hasrat seksual atau bahkan impotensi adalah karena kondisi tubuh seorang penderita DM sering tidak prima. Tubuh seorang penderita diabetes memang sering sekali tidak fit. Semua itu dikarenakan tidak mampunya organ-organ di dalam tubuh bekerja secara maksimal. Munculnya infeksi jamur pada ujung alat kelamin. Impotensi juga bisa dialami karena munculnya infeksi jamur pada ujung alat kelamin. Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang sering sekali menyebabkan munculnya masalah infeksi. Oleh sebab itu, tidak heran jika seorang penderita penyakit diabetes melitus mengalami impotensi. Cara Mengatasi Impotensi Pada Penderita Penyakit Diabetes Melitus Jangan mudah putus asa atau mulai tidak percaya diri lagi jika saat ini anda mengalami impotensi karena diabetes. Karena masalah tersebut masih bisa diatasi jika anda memang bisa mendisiplinkan diri anda. Berikut adalah beberapa cara yang wajib anda lakukan untuk mengatasi impotensi karena diabetes melitus tersebut: Tingkatkan kedisiplinan anda untuk menjaga agar jangan sampai kadar glukosa di dalam darah meningkat melebihi batas...

Read More

Waspada! Potensi Kemunculan Penyakit Glaukoma Akibat Diabetes Mellitus Sangatlah Besar

Penderita diabetes melitus selayaknya tidak mengendorkan kewaspadaaan, karena ada cukup banyak penyakit berbahaya yang muncul akibat diabetes mellitus. Seorang penderita diabetes melitus sangat rawan menderita penyakit mata. Ya, memang organ matapun dapat mengalami kerusakan akibat penyakit diabetes melitus. Ketika organ mata mengalami kerusakan, maka beberapa macam jenis penyakit matapun bisa bermunculan. Salah satu jenis penyakit mata yang biasanya muncul akibat diabetes mellitus adalah penyakit yang disebut glaukoma. Sudah tahukah anda seperti apa penyakit glaukoma tersebut? Bagi penderita diabetes melitus, sebaiknya anda mengetahui dengan pasti mengenai apa itu penyakit glaukoma. Karena anda sangat berpotensi menderita penyakit tersebut. Pelajari lebih lanjut mengenai apa itu penyakit glaukoma di artikel ini. Apa Itu Penyakit Glaukoma dan Mengapa Bisa Muncul Akibat Diabetes Mellitus? Penyakit glaukoma merupakan salah satu jenis dari penyakit mata yang sebaiknya dicegah. Karena penyakit mata ini bisa menyebabkan kerusakan organ mata permanen dan kebutaan. Penyakit ini muncul karena tekanan bola mata meningkat. Ketika tekanan bola mata meningkat, maka saraf-saraf halus atau mikrovaskuler yang ada di dalam organ mata rawan mengalami kerusakan. Bila sampai saraf-saraf halus mengalami kerusakan, maka penderitanya bisa mengalami kebutaan permanen. Penyakit glaukoma memang biasanya muncul sebagai akibat diabetes mellitus. Penyakit ini muncul jika kadar glukosa di dalam darah sering sekali tidak terkontrol. Ketika gula di dalam darah melonjak, maka tekanan bola matapun akan meningkat. Hampir semua penderita penyakit diabetes melitus berpotensi menderita penyakit glaukoma ini. Namun yang paling beresiko menderita penyakit ini adalah penderita penyakit DM tipe 2. Selain itu, seseorang yang sudah cukup lama menderita penyakit diabetes melitus, biasanya sudah lebih dari 15 tahun, juga sangat berpotensi menderita penyakit ini. Jika anda adalah seorang penderita penyakit diabetes melitus, maka sebaiknya mulai waspada dengan kemunculan penyakit glaukoma ini. Karena jika sampai penyakit terlambat diketahui, maka kemungkinan besar anda akan semakin sulit mengatasinya. Gejala Penyakit Glaukoma Bila anda ingin mencegah penyakit glaukoma ini, maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai apa saja gejala yang dirasakan ketika seseorang terserang penyakit mata satu ini. Glaukoma tidak seperti penyakit kebanyakan. Penyakit ini justru tidak menunjukkan gejala yang cukup jelas di awal kemunculannya. Biasanya seseorang yang menderita penyakit glaukoma hanya akan mengalami penurunan penglihatan saja. Kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan gejala tersebut. Karena mereka pikir penurunan penglihatan tersebut bukanlah akibat diabetes mellitus. Bila sampai penyakit glaukoma dibiarkan dan menjadi semakin parah, maka mulailah muncul beberapa gejala yang cukup menakutkan seperti: Sakit kepala yang sangat luar biasa. Mual dan juga muntah-muntah. Merasakan nyeri di bola mata. Jika anda sudah mulai sering merasakan beberapa gejala tersebut, maka kemungkinan besar anda sudah cukup sulit mengatasi penyakit glaukoma tersebut. Karena penyakit glaukoma sudah semakin parah dan kemungkinan besar beberapa saraf halus sudah mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, mulai saat ini sebaiknya anda berhati-hati dengan penyakit diabetes melitus...

Read More

Efek Dari Penyakit Diabetes Pada Organ Mata

Efek dari penyakit diabetes melitus memang seperti tidak ada batasnya. Penyakit satu ini memang terbukti mampu memberikan banyak sekali penderitaan. Diabetes melitus bukan hanya mampu menyebabkan pembusukan dan juga kerusakan organ ginjal saja. Ternyata, efek dari penyakit diabetes juga dapat menyebabkan munculnya berbagai macam gangguan pada penglihatan. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan organ mata juga sangat rawan mengalami kerusakan akibat penyakit diabetes melitus. Ada beberapa macam jenis gangguan mata yang bisa dialami oleh seorang penderita penyakit diabetes melitus. Salah satu dari gangguan mata tersebut adalah katarak. Taukah anda bahwa penderita penyakit diabetes melitus bisa mengalami berbagai macam penderitaan bila mereka sampai mengalami katarak? Bagi anda yang masih meragukan bahwa efek dari penyakit diabetes bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada penglihatan, maka anda bisa mempelajarinya lebih dalam di sini. Mengapa Efek Dari Penyakit Diabetes Bisa Merusak Organ Mata? Diabetes melitus memang benar dapat menyebabkan kerusakan pada organ mata terutama jika penyakit ini sudah diderita cukup lama. Mengapa efek dari penyakit diabetes bisa merusak organ mata dan menyebabkan gangguan mata seperti katarak muncul? Hal tersebut disebabkan oleh kerusakan pada mikrovaskuler di dalam organ mata. Mikrovaskuler adalah pembuluh darah halus yang memberikan suplai darah pada organ mata. Ketika kadar gula darah di dalam tubuh, maka mikrovaskuler akan merasakan dampaknya. Ketika mikrovaskuler mengalami kerusakan, maka organ mata akan mulai kekurangan suplai darah. Hal tersebut berpotensi memicu munculnya berbagai macam gangguan mata seperti salah satunya katarak. Mengenal Katarak Pada Penderita Penyakit Diabetes Melitus Memang katarak bukanlah satu gangguan mata baru di telinga kita. Cukup banyak orang mengalami gangguan mata tersebut. Bukan hanya penderita penyakit diabetes melitus saja yang dapat mengalami katarak. Namun penderita penyakit diabetes melitus jauh lebih berpotensi mengalami katarak. Semua dikarenakan efek dari penyakit diabetes yang semakin meningkatkan potensi munculnya katarak. Bila biasanya katarak menyerang orang-orang yang sudah lanjut usia, maka untuk penderita penyakit diabetes melitus hal tersebut tidak berlaku. Katarak bisa saja dialami oleh seorang penderita penyakit diabetes melitus yang belum berusia lanjut. Segera atasi dengan obat alami diabetes jika merasakan gangguan mata akibat katarak. Bagaimana Menangani Katarak yang Muncul Sebagai Efek Dari Penyakit Diabetes? Gangguan mata katarak yang muncul sebagai efek dari penyakit diabetes melitus sebenarnya tidak berbeda dengan katarak yang dialami oleh non diabetes. Oleh sebab itu, penanganannyapun bisa dikatakan sama. Untuk mengatasi gangguan mata katarak ini, anda perlu menjalani pembedahan lensa mata. Lensa mata yang keruh harus diganti dengan lensa mata baru. Namun sayangnya, dari beberapa orang yang sudah pernah mengalami gangguan mata katarak baik sebagai efek dari penyakit diabetes maupun bukan karena penyakit diabetes melitus mengatakan bahwa katarak bisa saja muncul...

Read More